Tradisi meriam karbit adalah sebuah Tradisi yang dilaksanakan di kalimantan barat tepatnya di pesisir sungai kapuas, beberapa minggu sebelum perayaan hari raya idul fitri.. Ketika pada zaman orde baru, perayaan meriam karbit dilarang dan baru kembali diadakan setelah era Reformasi. Menurut Sejarah, Sultan Syarif Abdurachman Al-Qadrie, untuk mengusir hantu pontianak atau kuntilanak yang kerap mengganggu. Bukan bagian dari perayaan hari besar seperti puasa dan lebaran.
Nama Kota Pontianak sendiri berasal dari nama hantu yang berasal diusir oleh Sultan Syarif Abdurachmna Al-Qadrie yaitu Kuntilanak, sebelum akhirnya mendirikan kesultanan di kota tersebut.Gangguan mahluk halus tersebut akhirnya bisa disingkirkan dengan menggunakan meriam karbit.
Tahun 2007, Festival Meriam Karbit di Kota Pontianak telah memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan jumlah 150 meriam. Rekor tersebut kembali dipecahkan oleh Festival Meriam Karbit yang digelar tahun 2009, dengan dentuman 198 meriam sepanjang malam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar